Selasa, 25 Januari 2011

Krisis Kepercayaan

Dimensi dunia yang tengah kita lewati, sudah selayaknya kita rawat dan kita jaga demi tercapainya suatu tujuan yang diharapkan. Dimana kita selaku pemeran di dalamnya tidak dipungkiri bahwa kita akan mengalami suatu krisis. Hal ini  tidak terlepas hubungan antara sebab dan akibat yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. 

Dalam menyikapi permasalahan tersebut, kita sebagai pemeran ada baiknya melakukan perbaikan-perbaikan untuk menghindari suatu hal yang lebih buruk dari keadaan krisis tersebut.
Krisis adalah suatu keadaan, ukuran, hasil dan kinerja yang selalu mengalami penurunan secara bertahap dan kontinye, grafik penurunan yang menimbulkan akibat dan mempunyai sebab, sehingga mempengaruhi keadaan, ukuran, hasil dan kinerja yang tidak sehat , ketidakseimbangaan yang menimbulkan dampak yang signifikan.
Dewasa ini kerap sekali kita menemukan apa itu krisis multidimensi, krisis moneter, krisis global dan lain-lain. Semua itu mungkin kita semuanya mengetahui apa sebab dan akibat dari krisis tersebut. Dari sisi hal yang paling menonjol penyebab krisis diatas adalah krisis kepercayaan.
Kepercayaan merupakan hal yang paling utama dalam membangun sebuah rancangan atau gagasan yang akan kita jalankan. Kepercayaan merupakan modal yang paling mendasar dalam diri dan jiwa kita. Suatu dorongan dan motivasi akan muncul lebih sehat jika kita selalu menjaga keseimbangan kepercayaan tersebut. 
Krisis kepercayaan pada diri dan jiwa seseorang akan menimbulkan berbagai masalah yang sangat memperhatinkan.  Diantara masalah tersebut adalah krisis moral, minder, berprasangka buruk, serakah dan angkuh. Seseorang yang mengalami krisis kepercayaan tersebut cenderung melakukan perbuatan hal-hal yang negative. Orang tersebut jika di beri kepercayaan mereka tidak dapat menjaga kepercayaan yang mereka emban. Atau mereka tidak percaya kepada diri mereka sendiri ketika mereka membawakan suatu kebenaran, keraguan selalu ada pada dirinya, Atau mereka ragu untuk memberikan kepercayaan kepada seseorang, Atau mereka sombong atas ilmu, jabatan, harta mereka, dan juga buta terhadap kedudukan dan jabatan.
Kepercayaan berasal dari kata dasar percaya, kata percaya adalah ungkapan yang meng-ikrarkan sesuatu. Ketika mereka mempercayai sesuatu hal, mereka akan mengikrarkan dan menjalankan ikrar tersebut. Inilah suatu kepercayaan yang sehat.  Akan tetapi jika salah satu diantara tiga tersebut tidak dijalankan, maka mereka mengalami krisis kepercayaan.
Kepercayaan juga bisa di definisikan sebagai tanggungjawab yang di embankan dan dipikul terhadap seseorang yang akan diminta pertanggungjawabannya. Disinilah seseorang di perlukan kepercayaan diri untuk menyelesaikan kepercayaan yang mereka emban.  Kepercayaan diri ialah dimana psikologi atau mental seseorang dapat mengevaluasi dirinya. Baik kekurangan dan kelebihannya mereka tetap tampil sempurna walaupun dengan kekurangan dan kelebihan yang mereka miliki dan tetap berpikir positif dan optimis dalam segala hal. Berbeda halnya dengan krisis kepercayaan diri, mereka akan cenderung berbuat negative, tidak mempunyai target, tujuan dan cita-cita, sehingga tidak pernah mengevaluasi tanggungjawabnya dan selalu pesimis dalam segala hal.
Kepercayaan diri yang sehatpun telah di contohkan oleh nabi Muhammad. Kita lihat bagaimana Nabi kita meyakinkan banyak orang walaupun kerap sekali di hina disebut gila, dilempari pasir dan batu, ditawari harta, tahta dan wanita. Kita lihat bagaimana Bilal seorang budak yang miskin akan ilmu bisa mempercayai dan memahami apa yang disampaikan Nabi kita.  Umar bin Khatab yang di kenal singa padang pasir dan Ali bin abu Tholib yang cerdas berusia 9 tahun kaya ilmu bisa mempercayai apa yang disampaikan Nabi kita. Bagaimana Nabi kita meyakinkan Abu bakar as shidiq yang kaya dan usman yang bangsawan. Hingga banyak pengikut Nabi Muhammad yang mempercayaiNya bahwa apa yang disampaikan adalah benar wahyu dari Allah SWT.
Kepercayaan dapat dimaknai dengan menunaikan apa-apa yang dititipkan atau di amanahkan. Amanah adalah tuntunan iman. Pengertian iman itu sendiri di dalam hadist Arba’in yang kedua yaitu percaya kepada Allah, percaya kepada malaikat Allah, percaya kepada kitb-kitab Allah, percaya kepada Rosul-Nya, percaya kepada hari akhir dan percaya kepada Qadar baik maupun buruk.
Para ulama Ahlu Sunnah mendefinisikan iman adalah membenarkan dalam hati, meng-ikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dalam perbuatannya.
Iman adalah sumber energy jiwa yang senantiasa memberikan kita kekuatan, kecerdasan yang paling hakiki, cahaya yang menerangi, dan melapangkan jiwa dan hati.
Maka tidaklah mustahil bahwa nabi Muhammad berhasil dalam menunaikan amanah-amanah yang di embanNya, karena dengan iman-lah yang menggerakanNya dalam menunaikan amanahNya. Dengan  Iman-lah sumber energy kekuatan dan cahaya yang menerangi.
 Dalam Hadist Ahmad dan Ibnu Hibban “ Tiada iman pada orang yang tidak menunaikan Amanah…..”.
Maka  yang di maksud dengan krisis kepercayaan, yang telah di uraikan tadi. Maka dapat di simpulkan bahwa krisis kepercayaan adalah krisis iman. Dimana keimanannya selalu menurun dan terus menurun, hingga mereka terpedaya dengan kenikmatan dunia yang fatamorgana,dampaknya  menjalar kesegala aspek kehidupan, seperti krisis moral, krisis jiwa, krisis multi dimensi, krisis social, krisis ekonomi, krisis global dan krisis lainnya.

Mari kita sama-sama koreksi yang satu ini…… :

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat lalim dan amat bodoh,” (Q.S Al-Ahzab 33 :72)
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan (menunaikan) amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Q.S An Nissa 4 : 58)












.


1 komentar:

  1. ya, krisis iman awal dari segala kehancuran.semoga iman kita tetap terjaga dgn selalu menunaikan amanahNya...amin.. :)

    BalasHapus